BE GPT • Additional Knowledge

RCCA Adibah Azhari & Maizahar Azri Masri

RCCA Adibah Azhari & Maizahar Azri Masri

Leaders: RCCA Adibah Azhari & Maizahar Azri Masri

Background: Mantan Penyelidik Mikrobiologi/Ibu Rumah Tangga & Kepala Bagian Keuangan

Key Story Sections

Latar Belakang

Kesuksesan Adibah Azhari atau yang lebih akrab disapa Kak Dib bersama suaminya, Maizahar Azri Masri atau Bro M yang sukses menempa nama sebagai RCCA ke-58 di BE International ini memang sangat membanggakan dan layak dijadikan sebagai sumber inspirasi.

Meski terbilang 'terlambat' dan dimulai sebagai proyek keluarga di masa pandemi COVID-19, pasangan yang dikaruniai tiga orang anak ini berani untuk terjun ke bidang yang asing bagi mereka. "Bagi kami, kesuksesan yang diraih hari ini bukan sekadar mewujudkan impian, tetapi kami sadar bahwa ada misi dan tanggung jawab lebih besar yang perlu dipenuhi," ujar Adibah.

Tidak ada Istilah Terlambat untuk Sukses

Pasangan ini bertemu saat kuliah di Australia. Adibah, yang memiliki latar belakang mikrobiologi, sempat bekerja sebagai peneliti sebelum bekeluarga. Suaminya, yang memiliki gelar ganda di bidang perdagangan dan hukum, pernah menjabat sebagai akuntan bersertifikat di beberapa perusahaan multinasional (MNC). Dia memutuskan untuk pensiun dini setelah hampir 30 tahun mengabdi, dan sekarang fokus penuh waktu pada bisnis mereka sambil menikmati kebebasan waktu yang sangat didambakan.

"Setelah menikah, kami menetap di beberapa negara seperti Australia, Thailand, dan Indonesia mengikuti tugas suami saya. Namun takdir mengubah segalanya. Setelah lebih dari 20 tahun dan semua anak-anak sudah memasuki universitas, saya kembali mengejar impian untuk menjadi pengusaha yang telah lama terpendam, dan berhasil meraih gelar RCCA pada usia 53 tahun," ungkapnya.

Baginya, setiap orang, apapun latar belakang atau statusnya, memiliki peluang untuk sukses di BE asalkan giat belajar dan bekerja keras, karena usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk mengejar cita-citanya."Satu hal yang kami sukai dari BE adalah kami bisa memulai di level mana pun. Kita tidak perlu pintar untuk berkarya di BE, cukup kita lakukan sampai pintar, dengan mengikuti Sistem Pendidikan BE dan bimbingan dari uplines," kata Adibah.

Misi Dan Tanggungjawab Yang Lebih Besar

Berawal dari penggunaan AULORA Pants with KODENSHI® sebagai upaya mengatasi gangguan kesehatan yang dialaminya yaitu nyeri sendi terpeleset, lutut dan cedera ligamen, akhirnya menjadi sebuah peluang emas. "Rasanya seperti terlahir kembali, saya akhirnya sembuh dan kembali menikmati kesehatan seperti sedia kala. Merasa bersyukur sekaligus bersemangat dengan kehebatan produk AULORA, saya terus berbagi pengalaman kepada keluarga dan teman-temannya. Awalnya saya belum begitu paham cara yang benar, namun dengan bimbingan upline dan Sistem Pendidikan BE yang mudah, kami berhasil dalam waktu yang singkat! Tidak perlu merasa takut atau sungkan karena kita berbagi pengalaman dan ilmu dengan ikhlas untuk membantu orang lain menjadi sehat dan sukses," katanya.

Tak hanya berhenti sampai di situ saja, pasangan ini sadar akan besarnya tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka. "Dalam Islam, berbisnis adalah pekerjaan yang sangat mulia. Bukan hanya sekadar ibadah, tapi juga sunnah Rasulullah S.A.W. Selain itu, kita juga dituntut untuk menyampaikan kebaikan kepada masyarakat. Ketika kita mengetahui sesuatu yang bermanfaat, kita harus membagikannya. Jadi, BE bisa diibaratkan sebagai ladang pahala karena 'sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain' (Hadis Riwayat Imam Ahmad)," tambahnya lagi.

"Bayangkan keberkahan yang kita peroleh ketika kita membantu masyarakat menjadi lebih sehat, dan yang lebih penting, membantu mereka untuk beribadah dengan sempurna seperti biasanya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keuangan mereka," ujar Kak Dib.

Mencapai Kesuksesan Bersama

Salah satu fitur unik BE adalah fleksibilitasnya. "Jika kita bekerja secara teratur, kita memperoleh kebebasan finansial. Namun di BE, kita tidak hanya menikmati kebebasan itu, tetapi juga kebebasan waktu yang memungkinkan kita menikmati hidup yang lebih bermakna. Budaya di BE sangat positif, dan mendukung setiap orang untuk menjadi versi terbaik dari dirinya guna mewujudkan impiannya. Tidak ada gunanya memiliki semua itu jika kita tidak sehat. Kami bersyukur dan menikmati berada dalam bisnis ini karena kami membantu diri kami sendiri untuk kembali atau tetap sehat, sekaligus membantu orang lain mencapai kesehatan dan kesuksesan," kata Bro M.

Mengambil amanah yang dititipkan oleh Pendiri BE, Ir. Lee Suet Sen dan Puan Ho Huey Chuin, mereka menekankan pentingnya 'mengikuti model padi, semakin berisi, semakin tunduk', serta memperkuat budaya 'berbakti dan memberi' yang tertanam utuh dalam jiwa mereka.

"Kesuksesan sejati adalah kesuksesan bersama. Kami, bersama adik kami RCCA Munirah Azma dan Nazran, meraih peringkat RCCA di bulan yang sama, diikuti oleh RCCA Nurhasnah Mazalan dan Mohd Rinaldi Hamdi di bulan berikutnya. Downline kami terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang, termasuk lebih dari seribu profesional medis, yang telah berhasil mendapatkan penghasilan yang layak dan banyak lainnya yang juga mendapatkan dana mobil, dan dana rumah bersama-sama. Alhamdulillah, tahun lalu Kak Dib bersama 25 orang dari jaringan kami dapat menunaikan haji dengan paket premium berkat rezeki yang penuh berkah. Menunaikan haji adalah kesempatan istimewa bagi mereka yang mampu secara kesehatan, keuangan, dan waktu. Kami sangat bersyukur, pendapatan besar dari BE juga memungkinkan kami untuk membayar pajak penghasilan dan zakat demi pembangunan umat dan negara," ujar mereka.

Keputusan mereka untuk keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan di BE bukanlah keputusan yang mudah, banyak kendala yang harus dihadapi. "Namun, kita perlu yakin bahwa kesuksesan pasti akan datang. Yang penting berani bermimpi dengan niat ikhlas, percaya pada Sistem, dan berjuang meraih peluang emas di BE International," pungkas mereka.