BE GPT • Additional Knowledge

RCCA Chang Boon Chui (Carolyne) & Song Hua Hui (Stephen)

RCCA Chang Boon Chui (Carolyne) & Song Hua Hui (Stephen)

Leaders: RCCA Chang Boon Chui (Carolyne) & Song Hua Hui (Stephen)

Background: Bekas Pengasas Pusat Tuisyen & Pemegang Saham Syarikat Pembinaan

Key Story Sections

Dari Jalan Terpisah Menuju Mimpi Bersama

Di Miri, Sarawak, kisah RCCA Carolyne dan suaminya, RCCA Stephen, diam-diam telah menginspirasi banyak orang. Keduanya lulusan Universitas Sheffield Hallam di Inggris, jurusan Manajemen Konstruksi Bangunan, dan mendirikan salah satu pusat bimbingan belajar paling terkenal di Sarawak.

Carolyne, seorang guru Fisika dan Matematika Lanjutan yang berdedikasi, mengabdikan waktu lebih dari dua dekade mendidik lebih dari 2.000 siswa. Stephen, di sisi lain, sukses besar sebagai seorang pemegang saham di sebuah perusahaan konstruksi, menggunakan keahlian dan ketajaman bisnisnya untuk mengukir kesuksesannya sendiri.

Bagi banyak orang, mereka sudah memiliki segalanya—karier yang cemerlang, keluarga yang bahagia, dan kehidupan yang stabil. Namun jauh di lubuk hati, mereka tahu bahwa hidup tidak akan selalu mulus. Ketika angin perubahan bertiup, mereka menyadari bahwa hanya keberanian dan pilihan yang tegas yang dapat membawa mereka menuju transformasi sejati. Dan pada saat itulah kehidupan membuka pintu tak terduga bagi mereka.

Dari Keraguan Menjadi Saksi Mata

Bergabung dengan BE tidak pernah menjadi bagian dari rencana Carolyne. Bahkan, awalnya ia menolak ide penjualan langsung. Meskipun teman-temannya berulang kali mengundangnya, ia selalu menolaknya dengan sopan. Akhirnya, karena sopan santun setelah terlalu sering mengecewakan teman-temannya, ia dengan berat hati mendaftar sebagai anggota dan mencoba Celana AULORA—hanya untuk "menyenangkan hati temannya."

Ia tidak menyangka bahwa keputusan ini akan menanam benih perubahan. Setelah mencoba Celana AULORA, ia hampir tidak percaya bahwa nyeri haid hebat yang telah mengganggunya selama bertahun-tahun telah berangsur-angsur hilang. Selain itu, perhatian tulus dan tindak lanjut yang konsisten dari upline-nya membuatnya merasakan kehangatan yang jarang ditemukan di dunia bisnis.

Yang benar-benar mengubah persepsinya adalah sebuah konferensi kepemimpinan, di mana ia bertemu dengan pendiri BE, Ir. Lee Suet Sen. Kisah hidupnya benar-benar meruntuhkan kesalahpahamannya tentang industri ini. Acara itu sama sekali tidak seperti yang ia bayangkan—tidak ada persaingan, tidak ada kepura-puraan; yang ada hanyalah ketulusan, persatuan, dan rasa syukur. Pada saat itulah dia menyadari bahwa BE bukanlah seperti perusahaan penjualan langsung yang dia kira dia kenal.

Percayalah Bahwa Segala Sesuatu Terjadi untuk yang Terbaik

Bahkan setelah menyaksikan efek luar biasa dari produk tersebut dan juga tersentuh oleh budaya BE, Carolyne masih ragu untuk berkomitmen penuh.

Selama bertahun-tahun, ia berkutat antara mengelola pusat bimbingan belajar dan membangun bisnis BE-nya, ia terus-menerus merasa bimbang di antara keduanya. Upline-nya berkali-kali mendorongnya untuk bekerja penuh waktu, dan meskipun gagasan itu menggodanya, ia tak sanggup melepaskan karier yang telah ia bangun selama dua dekade.

Keragu-raguan ini berlangsung selama tiga tahun, hingga kesehatannya mulai memburuk. Ia menyadari bahwa jika ia terus mencurahkan energinya ke pusat bimbingan belajar tersebut, tubuhnya pada akhirnya akan menyerah. Dengan tekad yang bulat, ia membuat keputusan berani untuk menutup lembaran 20 tahun karier pendidikannya dan mendedikasikan dirinya sepenuhnya kepada BE.

Hanya beberapa bulan kemudian, ketika pandemi melanda, ia merasa bersyukur. Seandainya ia masih terikat dengan pusat bimbingan belajar ini, mata pencahariannya pasti akan sangat terpengaruh. Waktu yang tepat itu memperkuat keyakinannya: segala sesuatu terjadi untuk yang terbaik.

Kemitraan dengan Kekuatan 200%

Sepanjang perjalanan Carolyne, Stephen adalah benteng pendukungnya yang tak tergoyahkan. Sebagai pemegang saham perusahaan konstruksi, ia juga memiliki karier yang stabil dan kehidupan yang nyaman, namun ia memilih untuk diam-diam mendukung istrinya, menawarkan ruang dan dorongan untuk menjelajahi jalan baru ini.

Namun sekali lagi, hidup berubah secara tak terduga. Pada tahun 2023, kesehatan Stephen memburuk, memaksanya untuk mundur dari perannya di perusahaan. Setelah banyak pertimbangan dan juga bimbingan serta perhatian terus-menerus dari para atasannya, ia memutuskan untuk mengikuti jejak istrinya, meninggalkan prestasinya untuk bergabung dengan BE penuh waktu.

Mereka berdua tahu bahwa, tanpa BE, mereka akan kesulitan menghadapi tekanan kesehatan dan karier yang semakin berat. Berkat bisnis inilah mereka mendapatkan kembali kebebasan dan menemukan harapan baru di tengah kesulitan.

Bangkit Kembali dan Bertransformasi: Membantu Orang Lain Berarti Membantu Diri Sendiri

Setelah pandemi berakhir, pasar berubah dengan cepat, tim Carolyne dan Stephen melewati masa sulit di mana banyak mitra kehilangan motivasi. Namun mereka menolak untuk berhenti. Mereka justru memilih untuk memulai kembali dengan mempelajari keterampilan baru, merangkul model hibrida, dan mengobarkan kembali semangat tim.

Bagi mereka, BE menonjol bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena tujuan mendalam mereka: menciptakan kesejahteraan bagi semua orang. Kerendahan hati para pendiri, budaya amal perusahaan, dan sistemnya yang adil dan transparan memberikan jalan bagi siapa pun yang ingin sukses.

Kini, mereka telah mengubah "hasrat untuk pendidikan" menjadi "misi untuk mengangkat sesama." Dulu mereka mencerahkan pikiran anak muda melalui pengajaran; kini, mereka memberdayakan anggota tim mereka untuk mencapai impian yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Bagi mereka, kesuksesan bukanlah keberhasilan individu melainkan kemenangan seluruh tim.

Keajaiban Terindah

Merenungkan perjalannya, Carolyne berkata dengan penuh rasa syukur, "Keputusan terbaik yang pernah saya buat adalah percaya pada diri sendiri, percaya pada upline saya, dan percaya pada BE."

Stephen sependapat dengan perkataan istrinya. Baginya, kesuksesan sejati bukan tentang berapa banyak murid yang telah diajar atau dari industri mana seseorang berasal; melainkan tentang memiliki keberanian untuk membuat keputusan yang tepat di waktu yang tepat, dan untuk membuka pintu baru bagi masa depan.

Bersama-sama, mereka hidup dengan keyakinan yang kuat—yang sekarang mereka wariskan kepada tim mereka sebagai pesan harapan: "Pegang Teguh Keyakinanmu, Tetaplah Tegar, dan Percayalah bahwa Anda Adalah Mukjizat!"