BE GPT • Additional Knowledge

RCCA Hajah Idahwati & Hasnan Bin Haji Jalil

RCCA Hajah Idahwati & Hasnan Bin Haji Jalil

Leaders: RCCA Hajah Idahwati @ 'Irdina Nur'aidah Hj Idris & Hasnan Bin Haji Jalil

Background: Mantan Dosen / Insinyur Teknik Mesin

Key Story Sections

Dari 21 Tahun di Dunia Akademis Menuju Kebebasan Finansial

Selama 21 tahun, Idahwati mendedikasikan hidupnya pada dunia pendidikan sebagai dosen di Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei. Di mata banyak orang, ia memiliki karier yang mapan, dengan suami seorang insinyur teknik mesin. Namun di balik itu semua, sebagai ibu dari delapan anak, ia menyadari bahwa mengandalkan gaji tetap saja tidak cukup untuk menjamin masa depan serta mewujudkan impian keluarganya.

Kegigihan Menjemput Rezeki dari Ujung Jari

Didorong oleh tekad untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, Idahwati dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tak kenal lelah. Selama lebih dari satu dekade, ia membagi waktu antara profesi sebagai dosen dan berbagai usaha sampingan, mulai dari menjual makanan dan busana Muslimah hingga menjadi personal shopper barang-barang mewah.

"Saya menyadari bahwa jika hanya bergantung pada gaji, itu tidak akan pernah cukup," kenangnya.

Namun, ia tidak berjalan sendirian. Di sampingnya ada Hasnan, kekuatan dalam diam. Dari begadang membantu membungkus pesanan hingga menjadi penyemangat saat keraguan melanda, Hasnan telah menjadi sandaran utamanya sejak hari pertama.

Sayangnya, pandemi COVID-19 menghentikan seluruh bisnis tradisional yang ia jalani. Jalur logistik terputus, pelanggan menghilang, dan bisnis personal shopper-nya mengalami kerugian besar.

Titik Balik

Meski sempat diliputi keraguan di masa pandemi, Idahwati akhirnya bergabung dengan BE International pada Mei 2020, terinspirasi oleh upline-nya, RCCA DK Yati. Hasilnya datang begitu cepat: ia menjadi Ambassador hanya dalam enam hari dan meraih gelar DCA dalam waktu sembilan bulan. Ketika bonus bulan pertamanya mencapai 85% dari gaji yang ia bangun selama 21 tahun sebagai dosen, ia menyadari potensi besar platform ini dan memutuskan untuk fokus sepenuhnya.

Keluar dari Jebakan "Mental Penjual"

Meski sukses secara finansial di awal, Idahwati menghadapi tantangan internal yang besar. Selama dua tahun pertama, ia bekerja dengan "mentalitas penjual", berfokus pada penjualan produk, bukan pada pembangunan jaringan. Ketika pandemi berakhir dan aktivitas kembali normal, momentum penjualan menurun dan ia mulai kehilangan anggota tim.

Ia pun menyadari bahwa perubahan adalah keharusan. Dengan bimbingan para mentor dan sistem edukasi BE, ia mengalihkan fokusnya: bukan lagi sekadar menjual produk, melainkan membangun manusia.

Misi Baru: Memberdayakan Sesama

Pada 1 Februari 2024, Idahwati resmi meninggalkan karier akademisnya selama 21 tahun untuk menekuni BE International sepenuhnya.

Ia melihat perbandingan yang kuat antara dua dunia yang pernah ia jalani. Sebagai dosen, ia mampu mendidik mahasiswa, namun tidak bisa menjamin masa depan finansial mereka. Melalui BE, ia dapat memberikan edukasi sekaligus platform untuk bertahan secara finansial.

Dengan bangga, ia menceritakan kisah mantan mahasiswanya, Haziqah, yang sempat berjuang dengan gaji rendah setelah lulus, hingga akhirnya menemukan stabilitas finansial dan mampu berbakti kepada orang tuanya melalui bimbingan Idahwati di BE.

Masa Depan

Kini, Idahwati berkeliling dunia bukan hanya bersama suaminya, tetapi juga dengan satu bus penuh pejuang sukses dari jaringannya sendiri. Perjalanannya menjadi bukti bahwa latar belakang dan pendidikan bukan penentu utama kesuksesan; niat yang tulus dan ketekunanlah yang membuat perbedaan.

Nasihat untuk Wirausahawan Baru

"Jika niat kita benar, insya Allah tujuan kita akan tepat. Konsistenlah, karena rezeki yang berkah tidak pernah salah alamat."