RCCA Lee Jen Lin (Angela) & Kong Teck Lung
Leaders: RCCA Lee Jen Lin (Angela) & Kong Teck Lung
Background: Mantan Akuntan Profesional & Pemilik Bisnis Keluarga
Key Story Sections
Dari Elit Profesional Menuju Perjuangan Bisnis Tradisional
RCCA Angela lahir di Sibu, Sarawak, dan tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan secara finansial. Meski demikian, sebagai anak sulung, ia telah mengembangkan kemandirian yang kuat sejak usia muda dan tidak pernah bergantung pada orang tuanya.
Ia mulai mencari penghasilan sendiri sejak duduk di bangku sekolah dasar dengan mengirimkan artikel untuk diterbitkan. Saat di sekolah menengah, ia bekerja paruh waktu di hotel bintang lima, dan selama liburan kuliah, ia membantu ibunya membuat serta menjual kue kering serta kue perayaan. Dibandingkan dengan sekadar menikmati kenyamanan, ia menemukan kepuasan yang lebih besar dalam mencari nafkah melalui usahanya sendiri.
Setelah lulus, ia pindah ke Brunei dan membangun karier selama 16 tahun di bidang akuntansi, memegang peran kunci di berbagai perusahaan berkat profesionalisme dan dedikasinya.
Namun, di tengah stabilitas tersebut, ia mulai menyadari keterbatasan dalam kehidupan korporat. Setinggi apa pun pendapatan, semuanya tetap terikat pada sistem dan dinamika tempat kerja. Demi meraih kebebasan yang lebih besar, ia pun mengambil keputusan berani untuk meninggalkan kariernya dan memulai bisnis toko rotinya sendiri.
Realitas Pahit Bisnis Tradisional
Untuk mewujudkan impiannya, Angela berinvestasi besar-besaran dalam kursus pembuatan roti dan renovasi toko. Namun, baru dua bulan setelah dibuka, MCO (lockdown) melanda dan memaksa seluruh rencana kelasnya dibatalkan.
Untuk bertahan hidup, ia segera beralih menjual kotak makan siang sehat dan kue kering perayaan. Meski bisnisnya cukup berjalan, hidup menjadi sangat melelahkan bekerja dari pukul 5 pagi hingga larut malam dengan waktu istirahat yang sangat minim.
Pada periode inilah ia menyadari realitas pahit dari bisnis tradisional: sangat bergantung pada waktu pribadi dan tenaga fisik, sulit direplikasi, dan bahkan lebih sulit untuk dikembangkan.
Seberapa keras pun ia bekerja, ia hanya satu orang. Seberapa besar pun ia memaksakan diri, selalu ada batasnya. Ditambah dengan tantangan mengelola staf, ia mulai mempertanyakan: Apakah model bisnis ini benar-benar berkelanjutan dalam jangka panjang?
Di titik inilah, sebuah peluang baru muncul secara perlahan.
Krisis Kesehatan Yang Mengubah Segalanya
Setelah melahirkan, Angela berusaha mengembalikan bentuk tubuhnya dengan cepat dan turun 10 kg dalam sebulan. Namun, karena diet yang tidak seimbang, ia mengalami gangguan hormon yang parah, yang menyebabkan jerawat bernanah yang menyakitkan dari dada hingga leher—bahkan dokter pun kesulitan menanganinya. Saat itulah ia bertemu dengan "upline"-nya, DCA Chai Yit Hoe, yang merekomendasikan BElixz SHIRUTO kepadanya, dan kondisinya berangsur membaik.
Meskipun ia sangat percaya pada efektivitas produk tersebut, ia dan suaminya, Kong Teck Lung, awalnya ragu terhadap sistem penjualan langsung. Mereka berpegang teguh pada pendirian—mereka tidak akan menjual produk atau terlibat dalam rencana pemasaran apa pun.
Segalanya berubah suatu hari ketika mereka melihat CCA Gigi Chai, seorang ibu rumah tangga, berhasil meraih dana mobil dan membeli mobil mewah. Pada saat itu, semangat kompetitif Angela pun muncul: "Jika dia bisa melakukannya, mengapa saya tidak?"
Pemikiran tersebut membawa pasangan ini untuk mencoba menjalankan bisnis tersebut bersama-sama. Dengan memanfaatkan jaringan mereka, mereka meraih hasil yang luar biasa di bulan pertama dan mulai melihat potensi nyata dari bisnis ini.
Mengubah Keraguan Menjadi Pendorong Kekuatan
Perjalanan transformasi tidak pernah mulus. Angela dan suaminya berada di lingkungan sosial dengan banyak individu berpenghasilan tinggi. Meskipun mapan secara finansial, banyak dari mereka yang kurang memiliki dorongan untuk maju lebih jauh, sehingga cukup sulit bagi Angela untuk menemukan mitra yang ambisius dan sefrekuensi.
Di saat yang sama, penolakan dari keluarga menambah tekanan yang sangat besar. Suaminya sempat khawatir bahwa bisnis ini akan memengaruhi hubungan mereka, bahkan takut pertemanan mereka akan terganggu.
Alih-alih mundur, mereka memilih untuk membuktikannya melalui hasil nyata. Setiap keraguan dan kritik menjadi bahan bakar bagi kemajuan mereka. Bersama-sama, mereka bertahan, saling mendukung, dan terus melangkah maju.
Terobosan: Memanfaatkan Sistem
Seiring mereka mendalami sistem BE, Angela dan suaminya menyadari satu hal penting: kesuksesan tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh kemampuan untuk memanfaatkan sistem.
Dengan memanfaatkan sistem, bimbingan mentor, dan dukungan tim, mereka tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada tenaga mereka sendiri. Sebaliknya, mereka dapat melipatgandakan waktu dan hasil mereka.
Angela secara terbuka berbagi bahwa pencapaiannya sebagai RCCA dalam waktu dua tahun sebagian besar berkat penguasaan prinsip ini—mencapai hasil maksimal dengan upaya yang lebih efisien melalui sistem.
Melalui platform ini, mereka tidak hanya mencapai terobosan pribadi tetapi juga membimbing anggota tim untuk tumbuh, mengubah hidup, dan meraih impian. Membantu orang lain sukses telah menjadi salah satu sumber kebahagiaan terbesar bagi mereka.
Tindakan Adalah Titik Awal Perubahan
Melihat kembali perjalanan mereka, Angela dan suaminya memegang teguh keyakinan yang sederhana namun kuat: "Berpikir adalah pertanyaan, bertindak adalah jawaban."
Bagi mereka, peluang tidak datang dengan sendirinya. Segalanya mulai berubah ketika seseorang mengambil tindakan.
Keberanian untuk bertindak, mencoba, dan bertahan telah mengubah mereka dari individu biasa menjadi pemimpin yang mampu membangun tim dan menciptakan dampak.
Kisah mereka menjadi pengingat bagi semua orang: ketika sebagian orang masih ragu, sebagian lainnya sudah lebih dulu mengubah hidup mereka melalui tindakan nyata.