RCCA Mardiana
Kutipan:
"Hidupkan Kembali Mimpimu, Dapatkan yang Terbaik dari Hidup!"
Profil:
Nama: RCCA Mardiana Bte Zainal
Peran: Pemilik Usaha Rumah Tangga
Pengantar: RCCA Mardiana "terlahir" di tengah masa pandemi. Dalam kisah ini, RCCA yang baru saja meraih mahkotanya membagikan perjalanan BE-nya hingga saat ini.
Dari Menjual Salep Hingga Menjual Celana
Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai Petugas Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) terdaftar pada tahun 2015, Mardiana menjadi ibu rumah tangga yang merawat empat anaknya sambil menjalankan bisnis rumahan. "Saya membuat salep dan racikan minyak atsiri sendiri menggunakan bahan murni sebagai produk penyembuhan alternatif. Saya biasa bekerja setelah anak-anak tidur di malam hari. Sungguh melelahkan karena saya harus berdiri sepanjang malam."
Ketika Mardiana memutuskan untuk menjalankan bisnis BE, ia tertarik oleh kekuatan duplikasi dalam bisnis ini. "Pertumbuhan eksponensialnya sangat menggugah semangat saya. Namun, pada awalnya sangat menantang. Saya terbiasa menjual salep buatan sendiri, dan tiba-tiba saya harus menjual celana! Ini adalah perubahan besar, dan butuh waktu sekitar enam bulan bagi saya untuk memahami bisnis ini secara penuh karena ini adalah pengalaman MLM pertama saya."
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah kehilangan calon pemimpin ketika beberapa anggotanya meninggalkan jaringan. "Itu adalah pengalaman tak terlupakan, namun saya belajar pentingnya membangun hubungan untuk mempertahankan bisnis. Saya mulai fokus membangun hubungan kekeluargaan di dalam jaringan saya dan tidak sekadar menganggap mereka sebagai kontak bisnis."
Kuncinya adalah meluangkan waktu untuk menjalin hubungan nyata. "Pelajari cara memperkenalkan diri, menyapa orang, dan membagikan peluang. Jangan menunggu orang lain mengetuk pintu Anda. Ingat, hakikat pekerjaan kita adalah 'minum kopi, bercerita, dan melahirkan banyak bayi BE'!"
Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Meskipun Mardiana baru dua tahun menekuni bisnis BE, ia telah mengalami transformasi diri melalui budayanya yang unik. "Saya kini lebih sabar saat berhadapan dengan orang lain. Saya lebih menghargai hubungan dan menjadi lebih tangguh saat menghadapi tantangan. Saya lebih berempati, belajar mendengarkan, serta memberikan saran positif dan arah yang jelas. Selain itu, rapat evaluasi memberikan perspektif baru tentang cara melihat sesuatu dengan lebih baik. Menjalani bisnis ini selama dua tahun benar-benar mengubah cara saya menetapkan tujuan."
Mengenai pemenuhan finansial, Mardiana merasa bersyukur karena kini ia dapat mengirimkan anak-anaknya ke tempat bimbingan belajar yang lebih baik tanpa khawatir akan biayanya. "Saya senang bisa membawa anak-anak saya ke tempat yang membuat mereka bahagia tanpa harus membatasi mereka hanya karena saya harus bekerja atau karena tempat tersebut terlalu mahal. Alhamdulillah!"
Bagi Mardiana, tantangan sangat penting untuk pertumbuhan; menghadapi dan belajar menavigasinya akan membentuk ketangguhan. Kesuksesan pada akhirnya akan datang ketika kita berhasil mengatasi rintangan tersebut dan mengambil pelajaran darinya.
Saran & Imbauan:
"Ingat YOLO — 'Anda hanya hidup sekali' — jadi dapatkan yang terbaik dalam hidup! JIKA ANDA BERPIKIR BISA, PASTI BISA. Ini adalah moto paling mudah untuk diingat dan menjadi pendorong terbesar saya setiap kali merasa terpuruk!" pungkasnya.