BE GPT • Additional Knowledge

RCCA Sumiati Said & Chua Choon Hwee @ Mohd Hadi Bin Abdullah

RCCA Sumiati Said & Chua Choon Hwee @ Mohd Hadi Bin Abdullah

Leaders: RCCA Sumiati Said & Chua Choon Hwee @ Mohd Hadi Bin Abdullah

Background: Mantan Kinesiolog / Terapis Suara Bersertifikat

Key Story Sections

Seumur Hidup Mengabdi untuk Sesama

Jauh sebelum mengenal BE International, Sumiati Said telah mendedikasikan hidupnya untuk sebuah panggilan mulia: bidang penyembuhan.

Berbasis di Singapura, wanita berusia 66 tahun ini adalah seorang Kinesiolog berpengalaman dan terapis suara bersertifikat dengan pengalaman hampir tiga dekade. Passion sejatinya adalah membantu mereka yang paling rentan, khususnya anak-anak dengan kesulitan belajar dan autisme. Selama 27 tahun, imbalan harian baginya adalah melihat anak-anak ini membuat terobosan (breakthrough), meningkatkan kualitas hidup mereka murni karena cinta dan dedikasi yang tulus.

Namun, perjalanan rutin selama puluhan tahun dan tuntutan fisik dari profesinya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mendapati dirinya terus-menerus berjuang melawan sakit kaki yang mengganggu, sakit punggung, serta varises yang parah. Ia adalah seorang penyembuh yang kini membutuhkan penyembuhan bagi dirinya sendiri.

Titik balik terjadi pada April 2020. Di tengah ketidakpastian global akibat pandemi, Sumiati memutuskan untuk mencoba AULORA Pants with KODENSHI demi meredakan rasa tidak nyaman pada fisiknya.

Sangat menyenangkan baginya, hasilnya sungguh luar biasa. Merasa penasaran dan tertarik, ia menambahkan AULORA Basic Top ke dalam rutinitasnya. Produk ini tidak hanya praktis dan mudah dibawa saat bepergian, tetapi juga, sebagai seorang terapis holistik, ia juga membuat penemuan inovatif: produk tersebut membantu mengatur tonus otot dan bahkan menenangkan tekanan emosional pada anak-anak autis yang ditanganinya.

Sumiati menyadari bahwa ini bukanlah produk kesehatan biasa.

Pada Mei 2020, ia secara resmi melangkah sebagai seorang Ambassador. Saat mengenangnya kembali dengan penuh rasa syukur, ia berkata: "Ketika satu pintu tertutup, Tuhan membuka pintu yang lain."

Dari Rasa Syukur yang Mendalam menuju Tanggung Jawab Global

Meskipun pemulihan kesehatan pribadinya menjadi percikan awal, keajaiban keluarga yang luar biasalah yang mengubah keyakinannya menjadi sebuah misi yang tak tergoyahkan.

Suaminya didiagnosis menderita myelofibrosis, sebuah gangguan sumsum tulang yang langka dan kritis. Menyaksikan pemulihan luar biasa dan vitalitas baru suaminya berkat produk-produk BE, hati Sumiati dipenuhi dengan rasa syukur yang teramat besar. Ia tahu bahwa ia tidak boleh menyimpan berkah ini untuk dirinya sendiri; ia harus membagikannya kepada dunia.

Ketika ia mendalami BE International lebih jauh, ia merasa sangat tertarik dengan budaya inti BE. Ini bukan hanya tentang pemasaran jaringan; melainkan prinsip 3H (Hardworking, Honest, Humble) dari para Founder, 6 Pilar BE yang kokoh, dan strategi 1-3-9 yang sangat terstruktur yang telah memenangkan hatinya.

Sumiati memiliki rasa kepemilikan (sense of ownership) yang mendalam terhadap timnya. "Begitu orang lain cukup mempercayaimu untuk bergabung dalam tim mu, kamu memikul tanggung jawab suci untuk membantu mereka sukses," tegasnya.

Untuk memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal, ia mendirikan Mastery Classes mingguan yang sangat terorganisasi. Sesi-sesi ini menjadi fondasi utama bagi jaringannya, memperkuat pengetahuan produk, membangun kerja sama tim yang solid, serta memberikan dukungan praktikal (hands-on) yang konsisten kepada para downline-nya.

Mengatasi Rintangan: Keyakinan Mengalahkan Ketakutan

Perjalanan menuju puncak RCCA telah menguji ketahanan Sumiati hingga batas maksimum. Seperti kebanyakan orang dari generasinya, ia sama sekali tidak memahami teknologi (buta teknologi). Ketika tiba-tiba dihadapkan pada era ketika bisnis dibangun secara daring (online), ia harus mempelajari media sosial sepenuhnya dari nol. Namun, ia tetap rendah hati, menyisihkan latar belakangnya sebagai seorang terapis mapan, dan membiarkan para upline-nya—GA Suriyani dan Norzehan—membimbingnya langkah demi langkah.

Selain itu, Sumiati juga menguasai seni menjembatani perbedaan generasi. Alih-alih membiarkan usia menjauhkannya dari demografi yang lebih muda, ia belajar untuk terhubung secara mendalam dengan Gen Z dengan memanfaatkan hubungan dan membangun kepercayaan melalui orang-orang dari generasinya sendiri.

Melalui pendampingan (mentoring) yang konsisten, ia berhasil menjembatani jarak geografis, memperluas jaringan aktifnya jauh melampaui Singapura hingga masuk jauh ke berbagai wilayah di Malaysia.

Membangun Warisan yang Abadi

Hari ini, berdiri dengan bangga sebagai seorang RCCA di usia 66 tahun, hidup Sumiati telah sepenuhnya ditransformasikan oleh BE. Ia percaya: "Terkkadang, langkah terkecil ke arah yang benar bisa menjadi langkah terbesar dalam hidupmu."

Bisnis ini tidak hanya memberikan peningkatan kesehatan yang signifikan bagi suaminya, yang memperkuat keyakinannya setiap hari, tetapi juga memungkinkannya untuk menemukan versi terbaik dari dirinya sendiri.

Terinspirasi oleh semangat memberi yang tulus dari para Pendiri, ia menyadari bahwa kesuksesan sejati hanya diukur dari seberapa banyak kehidupan orang lain yang Anda bantu tingkatkan. BE memberikan kebebasan finansial bagi Sumiati untuk mewujudkan impian kemanusiaan seumur hidupnya: membuka sekolah untuk anak-anak miskin dan yatim piatu di Kamboja. Warisan bisnisnya telah diterjemahkan secara langsung menjadi harapan nyata bagi generasi penerus.

Sumiati Said adalah bukti nyata bahwa usia hanyalah sebuah angka, dan masa lalumu tidak membatasi masa depanmu.